...

Vlog: Test ride Yamaha Aerox 2018 r version. Pokonya fun to ride deh!!


Hai fellas. Sudah sebulan si Gelbbee Aerox nemenin saya buat aktivitas sehari-hari, baik itu aktivitas untuk jarak dekat ataupun jarak jauh. Nah, kebetulan juga, saya sudah membuatkan videonya untuk kalian semua. Apa aja yang bisa saya ulas? Yuk kita bahas bersama-sama


Meskipun sudah ada bentuk Videonya, tapi buat kalian yang sedang tipis kuotanya jangan khawatir karena saya akan menuliskannya juga buat kalian. So, langsung aja ya

Posisi Riding
Memang posisi riding aerox ini tidak sama dengan Nmax yang pure menawarkan kenyamanan untuk pengendaranya misalnya kaki yang bisa selonjoran dan stang yang posisi nya jauh lebih dekat dengan tangan. Di aerox sendiri posisi duduknya kalau kasarnya sih ga beda jauh sama vario, beat, nex dan skutik-skutik konvensional lainnya. Karena memang tidak bisa selonjoran dan begitu faktanya. Yang membedakannya dari skutik rek rata dan skutik non-selonjoran, adalah dia mempunyai ukuran body yang jauh lebih gambot dan berisi. Di gede-gede in kah body nya? Saya rasa sih engga juga meskipun memang ada kesan dipaksa. Wajar juga punya body yang bongsor mengingat kapasitas bagasinya yang mencapai 25 liter.

Performa
Untuk masalah performa sih, jujur saya no complaint dengan motor ini. Ali sob enak banget diajak ngegas di kondisi bagaimanapun juga. Mau lagi nanjuak dibejak gas hayyu, mau lagi diem langsung berakselerasi hayu. Pokonya mantep banget. Untuk hal ini saya gaakan banya komentar karena saya ngerasa cukup puas dengan mesin 155 cc VVA nya dari Yamaha. Pokonya, VVA nya itu ga cuman sekedar nama aja bro. Dia emang beneran berfungsi dengan baik dan sangat membantu. Nice job and nice inovation, Yamaha!!

Suspensi 
Performa dari Yamaha Aerox benar-benar membuat saya puas. Tapi, entah kenapa untuk suspensinya sendiri, saya merasa Aerox ini sebenarnya masih bisa bagus lagi daripada yang sekarang. Artinya jelek dong suspensinya? Engga kok, engga jelek. Seriusan. Cuman kayanya Yamaha masih seperti setengah-setengah dalam menyuguhkan suspensi nya. Kalau bisa saya jabarin, suspensi depan dari Yamaha Aerox ini menurut saya dan dari feeling saya, bisa dikategorikan empuk. Empuk dalam melibas jalanan ga rata. Pokonya cukup nyaman aja masalah suspensi depan. Tapi beda ceritanya dengan suspensi belakangnya. Dia punya karakter suspensi belakang yang lebih sriff. Jadi cukup ga nyaman kalau dipake buat ngelibas jalanan yang ga rata dan berlubang. Malah kalau kalian kurang pelan dalam melibas jalanan jelek bareng aerox ini, bisa saja (sorry) bokong kalian ngangkat dan pindah posisi (jadi agak maju kedepan) saking cepatnya rebound dari suspensi belakang aerox tersebut. Mungkin kalian yang ingin mencari kenyamanan lebih, bisa melirik suspensi belakang Aerox after market. Banyak kok sib. Tinggal pilih-pilih aja.

Pengereman 
Untuk pengereman, seperti khas dari Yamaha, dia memiliki rem depan yang cukup terukur ketika kita akan ngerem. Memang ga langsung ngegigit. Cuman dia cukp pakem dan respon rem depannya lembut. Mungkin efek kaliper satu piston?? Gatau juga sih hehe. Yang pasti rem depan Yamaha aerox ini tergolong pakem dan lembut meskipun ga langsung menggigit sejak awal tuas rem depan di tekan.
Beda ceritanya dengan rem belakangnya. Meskipun dia masih tromol, cuman kok yang saya rasain malah rem belakangnya justru lebih pakem dan langsung ngegigit daripada rem depan yang notabene nya sudah cakram. Pernah sekali saya melakukan hardbraking/panicbraking, dan yang langsung ngelock itu malah ban belakangnya 😅 entah emang karakter rem tromol dari Yamaha meamng begitu atau karena efek motornya masih seumur jagung

Jok
Kenapa saya angkat masalah jok? Karena saya merasa bahwa ini juga perlu untuk diangkat dan di review. Jadi, jok dari Aerox r version 2018 ini dia seperti punya dua kontur jok. Di bagian jok untuk rider, dia punya struktur yang kasar wich means akan membuat rider lebih nyaman karena tidak akan mudah merosot. Dan untuk bagian jok pembonceng, dia memiliki kontur atau struktur yang lbih lecin. Yap. Langkah yang tepat dari Yamaha. Sementara untuk tingkat keempukan joknya, saya merasa bahwa jok dari Aerox ini lumayan lah empuk, meskipun ga empuk-empuk banget juga. Empuk tapi masih kerasa keras. Kalau dibandingin sama jok All New Honda Beat? Wkwk jauh sih, secara memang jok dari Honda beat bener-bener keras.

Konsumsi Bahan Bakar
Sebenarnya saya tidak berniat untuk melakukan test bahan bakar. Bahkan saya ga kepikiran untuk melakukan hal tersebut. Tapi berhubung di MID nya Aerox tertera, jadi gaada salahnya juga untuk di share. So, dari MID nya Aerox, di dapat konsumsi rata-rata dari Purwakarta-Karawang itu bisa tembus 45 Km/liter. Pasnya yaitu 48,4 Km/liter. Irit atau boros? Silahkan nilai dan kembalikan lagi ke pribadi masing-masing. Saya sendiri bawa motornya itu menjaga di kecepatan 50-60 Km/jam dengan menggunakan bahan bakar pertamax. Saat memutar kan gas nya pun saya lakukan secara perlahan. Tidak di bejek full throttle. Untuk arus lalu lintasnya? Cukup ramai lancar. Oiya bobot pengendara sendiri yaitu 65 Kg. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di video hehe. Kalau menurut saya pribadi, untuk ukuran mesin 155 cc VVA, bisa di kategorikan irit. Apalagi jarak dari rumah saya ke Karawang yang berjarak sejauh 62 Km.

Kesimpulan
Aerox mungkin tidak menawarkan posisi duduk yang bisa selonjoran dan senyaman Nmax. Tapi percayalah sob, meskipun dia ga menawarkan hal tersebut, kenyaman dan ergionomi yang santai masih bisa kalian rasakan di Yamaha Aerox ini. Dengan isi silinder yang mencapai 155 cc dan tarikan yang yahud banget buat ukuran motor matic, ketika saya pakai ke karawang, konsumsi bahan bakarnya bisa mencapai 48,4 Km/liter. Ditambah dengan pengereman yang terukur pula. Namun disayangkan, suspensi belakang dari Aerox ini masih lumayan keras. Mungkin buat sobat yang mau lebih empuk lagi, bisa cari part aftermarket nya yang bejibun banget

Okay, sekian test ride yang bisa saya kasih, semoga bermanfaat dan bisa menjawab rasa oenarasn kalian. Salam.