...

Ada yang salah dengan Yamaha Vixion?


Sejak di perkenalkan model terbaru nya di tahun 2017, Yamaha Vixion terus mengalami tren. Tapi sayangnya, tren yang di alami adalah tren negatif alias menurun secara penjualannya dibandingkan thun-tahun sebelumnya ketika masih bernama Vixion Lighting ataupun Vixion Advance. Ada yang salah kah?

Sebenernya kalau ditanya apakah ada yang salah, tidak ada yang salah. Mau menyalahkan siapa lagian? Hanya saja mungkin terjadi sedikit blunder yang menyebabkan penjualan dari Vixion series tidak se mentereng pendahulunya. Namun kalau misal kita analisis, mungkin bisa menemukan beberapa jawaban dan titik terangnya.

Well, sepertinya YIMM kurang mendengar masukan konsumen. Mau tidak mau, suka tidak suka, sebagai ATPM tunggal Yamaha di Indonesia, peran dari YIMM sangatlah penting terhadap setiap produk yang hadir di tanah air. Mulai dari desain hingga tetek bengek lainnya. Saya sangat kagum ketika kala itu Yamaha menghadirkan facelift dari Vixion Advance dengan sangat baik. Benar-benar mendengar masukan dari konsumen. Meskipun kala itu juga masih santer terdengar beberapa kabar bahwa desain dari Yamaha Vixion Advance masih dibawah ekspektasi riders, cuman lumayan untuk sebuah facelift yang IMHO justru sudah mulai serba meruncing. Dan enak dilihat. Oleh karena itu, mungkin para loyalis Vixion sangat mengharapkan YIMM menghadirkan desain Vixion terbaru dengan tampilan yang serba tajam dan meruncing. Dan pada akhirnya pun banyak yang berekspektasi seperti ini sosok final dari Yamaha All New Vixion nantinya

Ternyata eh ternyata. Seribu sayang. Yamaha sepertinya justru malah bermain aman di sektor ini. Pasar gemuk yang menjadi tulang punggung penjualan Yamaha. Alih-alih membuat desain yang serba tajam, akhirnya malah menghasilkan desain yang seperti ini
Wakwaawww. Ada yang kecewa dan sakit hati ketika melihat kenyataan berkata sangat jauh dari ekspektasi? 
Yap. Desainnya ga melompat jauh-jauh dari desain Vixion sebelumnya. Alias aura Vixion 5 tahun silam masih sangat kental dan lekat. Seperti 'bermain aman'. Itu untuk soal desain. Masih ada hal lain yang mungkin masih menjadi sebuah kekecewaan dari para konsumen Vixion tanah air selain desain, yaitu dapur pacu yang disandang.
Saya masih ingat betul, banyak banget berita simpang siur yang menyebutkan bahwa konon katanya All New Vixion nantinya akan menggendong mesin DOHC. Lalu ada juga yang menyebutkan bahwa kapasitas mesinnya bakalan bukan 1500 cc lagi, tapi membengkak sampe 180 cc. Dan ada statement yang lebih konyol lagi, yaitu yang kala itu menyebutkan bahwa calon All New Vixion sedang di tes oleh Yamaha di sebuah desa. Konon katanya sudah bermesin DOHC. Namun pas menemukan tanjakan justru mesin DOHC tersebut malah mengalami malfungsi. Sumpah disitu saya rada-rada ngakak juga sih bacanya. Bahkan sekarang aja kalau diingat-ingat, saya hanya bisa senyum-senyum sendiri wkwk. Sampe segitunya mau nge Black Campaign sebuah produk wkwwk. Ga logis dan ga bisa dipertanggungjawabkan statement nya. Parahnya lagi, ada yang percaya aja sama pernyataan itu 😂 ga ngerti lagi wkwk.

Balik lagi ke masalah dapur pacunya. Pada akhirnya Yamaha memutuskan untuk menelurkan Vixion dalam dua Varian, yaitu Vixion standar dan Vixion-R. Bedanya tentu ada pada sisi dapur pacu. Vixion standard masih menggendong mesin SOHC 4 Valve radiator kluaran 10 tahun lalu disaat Vixion pertama kali rilis. sementara Vixion-R hadir menggunakan mesin baru. Yaitu mesin yang 11 12 dengan mesin All New R15. SOHC 155 CC 4 Valve VVA.
Nah, mesin mungkin sudah diganti. Meskipun belum DOHC seperti yang di bayangkan sebelumnya, namun setidaknya ada upaya dari Yamaha untuk mengganti mesinnya dengan yang lebih advance. Dan bukan hanya mesin, part-part pendukung lainnya seperti swingarm, sasis, dan ban nya pun sudahplek ketiplek sama All New R15. Namun kenapa penjualannya masih dibawah ekspektasi? IMHO sih karena harganya yang hampir menyentuh 30 juta. Tepatnya sih sebesar Rp. 29.250.000 saat artikel ini dirilis dan dilihat langsung dari website resmi nya Yamaha. Bayangkan. Untuk sebuah motor naked 150 cc harus merogoh kocek sebesar harga diatas. pasti bakal langsung mikirnya 'kenapa ga langsung beli sport full fairing aja'?
Oke, kalau memang itu kemahalan, kan ada yang lebih murah tuh. Vixion yang standar. Haragnya pun Rp. 26.250.000. Ya silahkan aja, kalau memang masih mau pake mesin jadul keluaran jaman grup band Paterpan, Ungu, dan Radja yang kala itu masih eksis. loh kemana-mana kan wkwk

Nah, sekarang udah pada tau kan kenapa bisa All New Vixion 2017 ini penjualannya kurang memuaskan. disaat kompetitor menyerang dengan desain dan fitur yang bagus, IMHO CMIIW Yamaha justru malah menghadirkan Vixion yang under expectation. Blunder. Bermain aman di sektor desain. Selain karena gempuran kompetitor, mungkin karena jaman juga telah berubah. Trend sepeda motor pun sedang mengalami perubahan. Dari yang sebelumnya memang panas-panasnya penjualan naked bike 150cc, namun sekarang tergerus dengan pasar baru, yaitu Maxi Scooter 150 cc. Who create that market? Yamaha, of course.  Mungkin, mungkin loh ya, mereka terlalu terlena dengan laris manisnya penjualan NMax yang kala itu masih bermain sendirian tanpa lawan, sehingga mereka seperti melupakan sosok sepeda motor yang menjadi tulang punggung penjualan Yamaha selama kurang lebih 10 tahun terakhir. Semoga sukses terus, Yamaha Indonesia.