...

Suzuki Nex II atau Honda Beat atau Mio Series?

Hai fellas. Di segmen matic entry level, Honda Beat kini kedatangan rival baru, yakni Suzuki Nex II yang baru saja di luncurkan oleh PT SIS pada hari senin kemarin. Sebenarnya ga baru-baru amat sih, soalnya sebelumnya Suzuki juga mengandalkan Suzuki Nex generasi pertama yang memiliki desain yang sama plek sejak awal diluncurkannya pada akhir tahun 2011 silam.
Namun di Suzuki Nex II/ Suzuki Nex generasi kedua kali ini Suzuki melakukan rombakan total pada seluruh body nya sehingga terkesan tak ada satu part pun pada Nex gen pertama yang tertinggal di Nex gen ke dua ini. Tak hanya rombakan,tetapi Suzuki juga menambahkan beberapa fitur yang pastinya mengikuti perkembangan zaman. Apalagi skutik ini ditargetkan untuk kaum muda yang katanya memiliki jiwa yang energetic. Namun, apakah dengan keluarnya generasi terbaru dari Suzuki Nex ini benar-benar menyediakan fitur yang 'kekinian' dan mengikuti zaman untuk sebuah matic entry level?


Yang pertama adalah desain. Kembali lagi, desain memang masalah selera ya. Dan secara umum, Honda masih memiliki desain terbaik untuk ukuran sebuah motor matic entry level. Kenapa bisa bilang begitu? Yap buktinya adalah dari hasil penjualan Honda Beat yang tidak pernah surut, menandakan bahwa Beat ini memang sangat digemari oleh masyarakat indonesia.

Kemudian di urutan kedua justru ada Suzuki Nex II yang sekarang memiliki desain yang lebih fresh dan juga IMHO desainnya lebih mengalir dan enak dilihat. Yah meskipun belum bisa dibuktikan dengan data AISI karena memang unit motornya juga belum di produksi dan baru lahir keamrin, kita hanya bisa melihat dari segi desain dulu tanpa terlalu banyak bukti yang bisa di buktikan.

Baru deh di urutan ketiga ada Yamaha dengan Mio nya. Karena menurut saya pribadi sih ya, Yamaha Mio 125 yang di produksi YIMM sekarang desainnya kurang begitu ngalir. Labih enak dilihat Mio karbu yang memiliki cita rasa dan ciri khas mio yang kental banget.

well, tadi merupakan bagian desain yang sepenuhnya masih merupakan pandangan yang bersifat subjektif. Nah bagaimana dengan fitur-fiturnya yang sudah masuk ke sisi teknis dan bukan pandagan pribadi lagi? Cek out

1. Mesin
Mesin masuk fitur? Fitur atau performa nih? Karena kita cuman bahas secara statis (dalam artian bukan test ride) dan diatas kertas, maka menurut saya ini termasuk fitur, bukan performa. Penilaian ini juga bukan berdasarkan urutan siapa yang terbaik, tapi hanya diurutkan agar mudah dibaca
Yang pertama ada Honda Beat eSP. Honda khususnya di segmen kubikasi mesin 100 an cc, merupakan mesin yang dapat dibilang cukup baik dari segala sisi. Vibrasi minim, irit iya, responsif juga. Bertenaga? Lupakan hal tersebut karena motor matic entry level bukan lah motor untuk dipakai kebut-kebutan
Lalu yang kedua ada Yamaha dengan mesin 125 cc Blue Core nya. Meskipun vibrasi mesin tidak sehalus Honda, tapi mesin yang disandang oleh Yamaha Mio tidak boleh dianggap sebelah mata. Terlebih dengan teknologi Blue Core nya Yamaha yang memang dikenal memiliki tarikan yangn cukup berisi untuk sebuah motor berkubikasi kecil
Dan yang terakhir ada Suzuki Nex II dengan mesin yang Suzuki banget. Maksudnya Suzuki banget? Ya siapa dong yang ga kenal kualitas mesin dari motor-motor Suzuki yang memang terkenal memiliki durability yang sangat baik. Disamping itu, mesin Suzuki juga engga bisa dipndang sebelah mata. Meskipun tidak (atau mungkin saya yang tidak tahu) mengutamakan nama teknologi yang mereka usung (kaya PGM-FI atau Blue Core), tapi untuk urusan tarik-tarikan, mesin entry level Suzuki masih dapat mengimbangi mereka yang sudah dibekali teknologi-teknologi tersebut

2.Kelistrikan (penerangan)
Namanya juga motor entry level, jangan berharap penerangan di  motor-motor tersbut sudah menggunakan All LED Lamp. Mimpi. Kalaupun ada, pasti hanya headlamp nya saja yang LED. Contohnya, Mio S dan Suzuki Nex II (yang versi tertentu) sudah mengadopsi lampu utama LED. Sedangkan sisanya masih bulb mengingat akan ongkos produksinya juga. Kalau semua LED, mau di bandrol berapa? :)
nyala lampu Mio S. Sudah pakai LED. Depan doang

nyala lampu Nex II. Sudah pakai LED tapi reflektor untuk lampu bohlam biasa
nyala lampu Mio M3. Bohlam biasa
nyala lampu Beat. Bohlam biasa
Cuman yang saya sayangkan adalah, satu-satunya motor yang memang sudah 'pure' menggunakan lampu utama LED hanyalah Mio S saja. Sementara Suzuki Nex II? Lampu LED yang ditawarkan masih menggunakan reflektor yang biasa dipake untuk lampu bohlam biasa. Jadi kasarnya kaya gini motor yang harusnya lampu bohlam (karena sudah mengusung reflektor yang memang biasanya untuk lampu bohlam), dipasangi lampu LED. Kesannya kaya maksain banget gitu. 

3. Bagasi
Nah ini yang paling penting dibicarain dalam sebuah motor matic khusunya matic yang digunakan untuk daily use. Beat masih pemenang dalam hal kapasitas bagasi. Yaitu sebesar 11 liter. Di urutan kedua ada Mio Series dengan kapasitas 10,1 liter. Sementara Suzuki Nex? Hmmm ini yang harus menjadi PR Suzuki kedepannya nih. Karena kapasitas bagasinya super duper kecil wkwk. Karena saya memiliki Nex generasi sebelumnya juga (which is memiliki bagasi yang sama seperti Nex II), bagasi tersebut hanya dapat disimpan oleh jas hujan. Itupun harus di lipat-lipat sampai kecil. Nah, untuk yang memang seneng bawa barang bawaan agak banyak dan mengandalkan bagasi sebagai tempat penyimpanan, sepertinya Suzuki Nex II ini bukan pilihan yang begitu cocok untuk kalian.
bagasi honda beat

bagasi yamaha mio 
bagasi suzuki nex

4. Tangki Bahan Bakar
Ini juga menarik untuk dibahas. Yap. Kapasitas bahan bakar dari masing-masing motor. Untuk besarnya bahan bakar yang bisa ditampung, Yamaha Mio adalah jawaranya, karena motor ini dapat menampung sebanyak 4,2 liter BBM. Sedangkan di urutan kedua ada Honda Beat dengan kapasitas menampung bahan bakar sebanyak 4 liter. Kemudian yang terakhir yaitu Suzuki Nex yang hanya mampu menampung 3,6 Liter saja.

5. Ban
Yoii. Profil ban juga sekarang-sekarang masih menjadi pertimbangan saat membeli sebuah sepeda motor. Dan rata-rata pada matic entry level, ukuran ban yang digunakan adalah sebesar 80/90-14 untuk bagian depan dan 90/90-14 untuk ban belakang. Ukuran ban tersebut sudah diadopsi baik oleh Honda Beat maupun Suzuki Nex. Tapi, Yamaha dengan Mio M3 nya masih menggunakan ban yang memiliki ukuran yang rada kecil nih. Yaitu depan 70/90-14 dan belakang 80/90-14.
Tapi, buat kalian yang tetap pengen motor entry level dari Yamaha dengan ukuran ban yang lebih lebar, kalian bisa memilih Yamaha Mio Z dan Mio S yang memiliki ban depan dengan ukuran 80/80-14 dan belakang 100/70-14. Lebih lebar dan lebih tipis

6. Bobot
Untuk masalah bobot dari masing-masing motor juga terdapat beberapa perbedaan sob. Yap, motor yang paling ringan adalah Honda Beat yang hanya memiliki bobot seberat 92 Kilogram saja. Sementara di urutan kedua ada Suzuki Nex yang memiliki bobot hanya 93 Kg. Dan yang paling berat dipegang oleh Mio Series yaitu seberat 94 Kg.  Meskipun dari masing-masing motor hanya terpaut perbedaan 1 Kg saja, sepertinya hal tersebut bukan lah sebuah masalah yang berarti. Karena pada intinya ketiga motor tersebut masih dikategorikan ringan. Banget malah.

7. Kapasitas Oli
Kapasitas Oli dari masing-masing motor pun ternyata berbeda sob. Di urutan pertama dari ketiga motor tersebut, Suzuki Nex hanya memerlukan 625 ml oli tiap kali penggantian oli mesinnya. Sementara di urutan ke dua ada Honda Beat dengan kapasitas 700 ml. Dan sepertinya Yamaha Mio merupakan motor entry level yang memerlukan oli paling banyak, yaitu sebanyak 840 ml.

8. Fitur lainnya
Fitur lainnya yang dimaksud disini adalah fitur tambahan/fitur opsional yang biasanya terdapat pada varian tertinggi. Dari Honda, Beat sudah memiliki varian yang paling tinggi yaitu Beat ISS (idling stop system), dan varian menengahnya ada Beat CBS (combi brake system)

Yamha Juga tidak mau kalah. Mio series juga terdapat versi tertingginya. Malah melakukan sedikit diferensiasi. Mio dengan headlamp LED dan memiliki answer back system (memudahkan mencari motor di parkiran), serta punya tambahan fitur lampu hazard, dapat ditemui di Mio S. Lalu ada juga Mio yang memiliki Smart Stop System (mirip ISS nya Honda) ada di Mio M3 AKS SSS. Lalu ada juga Mio yang dibekali ban lebar, yaitu Mio Z.

Sementara di Suzuki Nex  kita hanya bakal menjumpai sebuah socket charger untuk mengisi ulang daya Handphone di laci kiri, namun tidak memiliki penyimpanan untuk Handphone nya itu sendiri yang cukup dalam. Jadi malah terkesan useless. Dan di salah satu varian dari nex II ada yang sudah dibekali dengan lampu body samping yang pastinya ketika malam bakal lebih kelihatan mevvah. Memang sih tidak banyak fitur yang bisa kita jumpai di Suzuki Nex II. Bahkan side stand switch (bahasa mudahnya: kalau di standarin mati) yang saat ini IMHO menjadi standar motor matic pun tidak ada. Tapi,

HARGA
Nah setelah semua spesifikasi dan perbandingannya telah disebutkan diatas, kini saatnya memasuki tahap yang paling sensitif, yaitu harga. Berikut harga dari masing-masing sepeda motor yang sedang kita bandingkan:
1. Honda Beat: Rp. 15.205.000 (Versi Terendah), Rp. 15.405.000 (Versi CBS), dan Rp. 116.265.000 (versi ISS)
2. Yamaha Mio:
  • Mio M3 125: Rp. 15.400.000
  • Mio Z : Rp. 15.800.000
  • Mio S : Rp. 15.950.000
  • Mio M3 AKS SSS: Rp. 16.300.000
3. Suzuki Nex
saat artikel ini dirilis, Suzuki belum secara resmi mengumumkan harga dari Suzuki Nex II. Cuman, dari issu yang beredar, Suzuki Nex II ini disinyalir akan memiliki harga yang lebih bersahabat daripada kompetitor. Hmm cukup menarik niihh

Well, itu semua merupakan jabaran spesifikasi dan komparasi dari ketiga motor entry level.. bisa dibilang juga kupas tuntas kali yaa haha. bingung pilih yang mana? Saran saya, pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan mu sob. jangan salah pilih ya sob