...

Vixion VS CB150R. Akankah kasus Mio VS Beat terulang?


Hai fellass. Ada yang menarik dari data AISI beberapa bulan belakang ini. Yup. Kalau kalian selalu mantengin dan ngikutin perkembangan dunia otomotif khususmya roda dua di tanah air, kalian bakal tau kalau saat ini Honda dengan CB150R nya telah berhasil sedikit demi sedikit menggerogoti dan menjadi pemimpin di kelas Naked Bike 150 CC yang biasanya selama bertahun-tahun dipegang oleh Vixion.


Namun namanya persaingan tidak akan pernah berhenti selama pabrikan masih ada Inovasi dan juga kemauan untuk meracik produknya secara baik-baik. Yup. Kasus Vixion dan CB IMHO sudah hampir mendekati kasus Mio vs Beat beberapa tahun silam. Memang apanya yang salah dari Vixion? Secara teknis, tidak ada yang salah dengan Vixion. Malah mengalami kemajuan yang cukup pesat apalagi dengam Vixion-R nya yang menggunakan basis dari R15 VVA. Namun, pasti terdapat sebuah kesalahan yang menjadikan Vixion sekarang mulai ditinggalkan dan seperti kehilangan nama, yaitu.....


Yapp. Lagi-lagi desain kangbro. Desain. Desain masih menjadi patokan rider di Indonesia dalam menentukan dan meminang sebuah sepeda motor. Sekarang kita analisis deh baik-baik. Sebelum Yamaha meluncurkan versi All New dari Vixion, mereka mengandalkan New Vixion Advanced. Dan sekarang bandingkan saja sendiri antara NVA dengan All New Vixion (baik yang tipe standard ataupun yang versi R). Jujur ya, untuk masalah desain, saya lebih suka dan demen sama desainnya NVA. Bukan apa-apa. Desain NVA kala itu ngalir banget bray. Ngga ada kesan maksa. Dari sisi manapun enak banget diliat. Depan oke. Tengah tjakep. Belakang aduhai. Nyaris sempurna dan kompak untuk masalah desain. Dan Yamaha dengan NVA nya berhasil memunculkan kesan serba lancip dan runcing serta aura racy nya (meskipun engga racy-racy banget tapi desain yang serba runcing okelah).


Sememtara All New Vixion? Hmmm. Pas awal kemunculan spyshoot nya jujur aja sih saya kecewa berat dengan desainnya. Yamaha seperti 'bermain aman' dengan desain new Vixy. Seolah-olah mereka telah mengalami sebuah 'kemunduran' yang hebat. Tidak seperti ketika Yamaha mengubah desain old vixion menjadi vixion lightning. Jauh banget. Dan yang bikin ngakak lagi waktu itu adalah, PETINGGI (inget loh ya petingginya) dari Yamaha sendiri yang bilang kalau itu adalah motor modifan pegawai SPBU. Wkwkwk. Sopo ora ngakak. Ya iyalah langsung jadi bahan bully an para fansboy garis keras merk sebelah. Nah, desain yang bermain aman inilah yang sebenernya sebuah blunder besar bagi Yamaha. Mereka kesannya kaya mau engga mau dalam mendeasain jagoan naked bike nya (yang mereka sebut dengan our baby). Padahal itu merupakan salah satu produk unggulan dan menjadi 'tulang punggung' bagi penjualan Yamaha setelah NMax tentunya.
Namun sepertinya mereka telah terbuai dengan laris manisnya Yamaha N-Max yang cukup tok cer dan masih bermain sendirian kala itu. Alhasil, desain pun mereka seolah remehkan.


Sementara Honda dengan CB 150 nya berusaha bangkit setelah generasi pertama dari CB150 mengalami gagal total di pasaran. Tahun 2015 lahir CB150 dengan desain yang cukup maskulin dan gagah.Kenapa saya bilang begitu? Karena pada kenyataannya, kalau kita hanya melihat dari sisi desainnya saja (dan pastinya melupakan masalah build quality, las-lasan, kualitas cat yang Honda banget, suara rantai yang berisik sampe beberapa meter kedepan dan apalagi mesinnya yang ukhuk kelotok-kelotok), maka dapat dikatakan bahwa Hoda CB150R mempunyai desain yang cukup padat dan kekar. Mulai dari body sampai kaki-kaki. Sedangkan Yamaha dengan Vixionnya? Jujur saja ya, IMHO sekarang Vixion seperti sudah tidak memiliki wibawa lagi. Pertama, karena segmen naked bike 150 cc Yamaha tergeser oleh Maxi Scooter nya sendiri, kedua karena deainnya yang apa banget gitu. Jujur saja, saya lebih berharap Yamaha mempertahankan desain NVA kalau pada akhirnya yang mereka keluarkan versi facelift atau malah major change, tapi dengan ubahan yang malah merusak citra, dan wibawa dari desain Vixion itu sendiri. Paham kan maksudnya?

Nah, sekarang pada ngerti kan kenapa New Vixion dan Vixion-R kurang mentereng penjualannya seperti masa lalu?  Itu merupakan salah satu contoh kecil kalau kita hanya melihat dari segi desainnya doang ya. Mumgkin disamping faktor desain, masih banyak terdapat beberapa hal yang membuat penjualannya rada seret. Bisa saja faktor penjualan, layanan afterseles nya, atau hal-hal yang dianggap sepele lainnya namun nerakibat fatal. So, mudah-mudahan aja kedepannya (pada facelift selanjutnya) Yamaha sudi untuk mengubah sisi desain. Tak usah berubah total, cukup ditambah sentuhan-sentuhan ciamik khas Yamaha. Fitur-fitur? Tak perlu ditambah lagi karena IMHO fitur-fitur sudah cukup. Intinya sih, perbaiki desain sesuai dengan gen Vixion yang sporty dan dinamis dan memiliki alur desain yang ngalir..