...

Jorge Lorenzo Akan Kembali ke Yamaha, Asal......


Hallo fellas. Sebenarnya saya tidak ingin menulis artikel seperti ini. Ketambah saya pun bukan termasuk fans dia haha. Namun karena saya tergelitik dengan banyaknya orang-orang yang mencibir akan kiprah Lorenzo, makanya tidak ada salahnya juga saya menulis artikel ini.


Well, kita tau bersama kalau diakui atau tidak, kiprah Lorenzo di Ducati tidak (atau mungkin belum) se cemerlang saat dia bekiprah besama Yamaha. Maklum sajalah, orang baru musim pertama dia bersama Ducati, jadi wajar aja. Menurut opini saya pribadi juga sih, jenis atau tipe adaptasi pebalap di dunia ini ada dua. Yang pertama, ada pebalap yang memang harus beradaptasi dengan motor terlebih dahulu agar mendapatkan feel balap bersama motornya. Ada juga pebalap yang memang skill dan riding style nya klop dengan motor nya. Dalam kasus ini kita ambil contoh Jorge Lorenzo.

Perhatiin aja deh. Ketika doi bareng Yamaha. Dia bisa begitu kalem dan sangat enjoy ngendarain M1 nya. Alasannya? Simple! Karena karakter berkendara Lorenzo dan Yamaha M1 yang memang klop. Lorenzo bukanlah tipe rider yang agresif. Begitupun M1, bukanlah motor yang istilahnya “meledak-ledak”. Dari beberapa penuturan rider Yamaha yang pernah saya baca, Yamaha M1 memiliki karakter yang lebih smooth dibandingkan dengan motor-motor lain. Jadi bisa lah dibilang ada “Simbiosis Mutualisme” antara mereka berdua.

Sedangkan Ducati? Berbanding terbalik dengan Yamaha. Dari penuturan Lorenzonya sendiri yang saya baca dari blog dan juga media otomotif kenamaan tanah air, dia berkata bahwa dengan Ducati dia harus lebih telat dalam mengerem dan harus lebih awal dalam membuka throttle gas. Yang meurut doi akan membuat sensasi dari jantung berdebar-debar lebih kencang. So, dari penuturan doi bisa disimpulin kan artinya apa? 


Lalu kalau emang doi cocok dengan Yamaha, mengapa doi harus pindah ke Ducati? Jawabannya hanya satu. Ya mungkin hanya opini pribadi tapi bisa juga menjadi sebuah jawaban di dalam hati Lorenzo yang enggan doi sebutkan de khalayak umum. Yap! Karena RIVALITAS. 

Kalau kalian mantengin terus berita MotoGP dari tahun ke tahun, tepatnya ketika Valentino Rossi balik lagi dari Ducati ke Yamaha, bisa kita lihat bahwa rivalitas di dalam paddock Yamaha semakin memanas. Dan rivalitas tersebut terjadi secara terus-menerus tiap tahunnya (saya tidak akan menyebutkan contoh-contoh perselisihan diantara mereka. Itu sudah menjadi rahasia umum). Hingga puncaknya pada tahun 2016 akhir. Dunia MotoGP dikejutkan dengan pindanya Lorenzo ke Ducati. Kenapa bisa dibilang mengejutkan? Yoi lah. Orang Lorenzo sendiri yang bilang bahwa dia ingin selalu berada di Yamaha dan mengakhiri karirnya bersama Yamaha.

Secara sepintas, kata-kata “ingin selalu berada di Yamaha” memiliki arti bahwa doi selama karirnya gamau hengkang dari tim Yamaha. Bisa juga berarti doi ingin sejak awal sampai akhir karirnya ingin selalu berada di Yamaha tanpa harus hengkang dulu di pertengahan karirnya. Wajar bila dia berkata seperti demikian. Karena ya tadi sesuai dengan yang disebutkan di paragraf awal, bahwa riding style dirinya dan Yamaha sudah sangat klop dan cocok. Sehingga doi memang merasa menyatu dengan motor.

Nah, dan pernyataan dari Lorenzo ini yang cukup bisa membuat saya senyum-senyum sendiri. Doi bilang bahwa doi ingin mengakhiri karirnya bersama Yamaha. Sengaja saya bold, karena itu merupakan kata kuncinya. Bagi kalian yang langsung paham, pasti sudah bisa mengisi titik-titik pada judul yang saya berikan. Bagi yang belum paham, yaudah biar saya jelasin. 


The Doctor kini sudah berusia 39 tahun. Yap. Usia yang bukan lagi muda untuk seorang pebalap MotoGP. Dan berita terbaru menyebutkan, sang megabintang tersebut baru saja memutuskan untuk melanjutkan karir balapnya bersama Yamaha hinga tahun 2020. 2020 bro, disaat usia si mbah udah bener-bener berumur yaitu 41 tahun. Amazingg. Sesudah tahun 2020?
Berdasarkan rumor yang beredar siih, doi bakal bener-bener pensiun dari balapan bergengsi sejagat raya tersebut. Camkan ya, cuman berhenti balapan, tidak berarti meniggalkan dunia balap karena doi bakal masih terus mengurus tim akademi balapnya yaitu VR46 Racing Academy. Tentunya dengan berakhirnya kontrak VR bersama Yamaha sekaligus menjadi pensiunnya doi dari ranah balapan MotoGP adalah sebuah sinyal yang sangat bagus untuk Lorenzo. Tau jawabannya kenapa?? 


Yes. Karena rival doi tidak akan pernah lagi nongol di MotoGP dan tidak akan pernah lagi berada di satu paddock yang sama. Yang mana membuat hasrat doi untuk kembali “hijrah” ke tim Iwata sangat besar. Iyalah, wong orang yang selama ini doi anggapa sebagai “batu pengganjal" nya udah pergi haha.
Disisi lain, lorenzo juga harus berhati-hati dan fokus dalam menaungi balapan di musim 2018 ini, karena (yang bisa saya rasakan), sepertinya Ducati sudah tidak mau lagi untuk memperpanjang kontrak dengan Lorenzo setalah tahun 2018 karena dianggap belum berhasil berbuat banyak semenjak kepindahannya ke Ducati. Yaa mungkin saja sih doi bakal tetap bertahan di Ducati dengan resiko gaji yang bakal doi terima lebih kecil daripada yang sekarang. Selain itu juga doi pernah bilang kalau “setidaknya ingin menang bersama Ducati, menjadi juara dunia bersama Ducati dan bahkan mengakhiri kontraknya bersama Ducati”. But u know what? That’s a Bullsh*t. Loh? Kok?

Ya lu gimana sih? Dulu bilangnya pengen mengakhiri karir bersama Yamaha waktu masih di Yamaha, terus sekarang bilang ingin mengakhiri karir bersama Ducati karena sekarang di Ducati. Terus ntar kalau pindah ke Aprillia jangan-jangan bakalan bilang hal yang sama pula?? Wkwkwk plis lah ah jangan pencitraan mulu. Terus sih harusnya realistis aja. Liat Lorenzo sekarang di Ducati. Terseok-seok begitu, yakin lo mau mengakhiri karir bareng tim Bologna? Mereka juga pasti miklir kali buat memperpanjang kontrak suatu pebalap. Engga Cuma ngejual nama besar, tapi pasti mereka juga mencari pebalap yang konsisten dalam balapan. Ditambah dengan sifat Lorenzo yang perfectionis, mana kuat bareng Ducati buat ngembangin dan beradaptasi lagi dengan motor. Lagian nih ya kasarnya, Vale aja yang udah juara dunia 9 kali dan nyobain motor dari era 2 tak ke 4 tak aja cuman kuat 2 tahun di Ducati. 

Jadi ngalor ngidul ya wkwk. Balik lagi ke tema 

Apaun nanti team yang akan dibela Lorenzo kedepan, saya yakin pada tahun 2021 atau lebih, kemungkinan besar comeback ke Yamaha begitu besar. Saya yakin. Sebegitu yakin kah? Oh jelas, apabila melihat pernyataan Lorenzo yang telah disebutkan diatas dan apabila melihat perselisihan yang terjadi antara mereka berdua. Lorenzo yang pernah berkata “ingin mengakhiri karir bersama Yamaha”, apabila selalu mengingatnya akan berupaya semaksimal mungkin untuk balik lagi. 


Intinya adalah, Lorenzo akan balik lagi ke Yamaha, asal Valentio Rossi sudah tidak berada lagi di Yamaha dan bahkan pensiun dari MotoGP. Dapat dilihat pula bahwa sosok Valentino Rossi masih memiliki identitas tersendiri dan masih merupakan seorang pebalap legend yang belum bisa tergantikan. Bahkan bisa jadi merupakan seorang “penghalang” bagi rider lain dalam merenggut juara dunia. Ini semua hanyalah opini pribadi yang dilandasi oleh penyataan-pernyataan. Jadi bukan sembarang opini. Tapi balik lagi. Opini bisa saja keliru. Tinggal tunggu waktu saja untuk menjawab opini yang saya tuliskan ini. Can’t wait for 2021 :D