...

Apakah Honda Vario 150 2018 worth to buy?


Hai fellas. Akhirnya saya bisa update blog lagi setelah beberapa hari ini memang dilanda kesibukan wkwk. Yasudah lah anggap saja curhat dikit. Karena yang akan saya bahas kali ini adalah mengenai produk terbaru dari Honda yaitu apalagi kalau bukan Honda Vario facelift 2018! Tapi pertanyaannya adalah, apakah Honda Vario 150 2018 ini worth to buy? Terus kalau dibandingin sama Yamaha Aerox, mending beli yang mana ya? Daripada tambah bingung dan pusing, kita bahas aja bareng-bareng yuk gengs

Jadi, ceritanya tuh pada hari Senin tepatnya tanggal 16 April 2018, PT. Astra Honda Motor secara resmi mengeluarkan dan meluncurkan produk terbaru mereka yakni Honda Vario 150 versi 2018. Yap. Tidak seperti bocoran sebelumnya, mereka mungkin masih baru menghadirkan Vario yang versi setang tertutup saja. Belum berbarengan dengan setang terbuka. Nah yang menjadi concern kita kali ini bukan masalah setang terbuka atau tertutupnya, melainkan apakah Honda Vario 150 2018 worth to buy atau tidak, apalagi apabila dibandingkan dengan kompetitor yang lebih mahal kurang lebih 500 ribu rupiah. Yuk cek disaut.


Kalau melihat spesifikasinya, Honda Vario ini tidak menawarkan sesuatu yang wow ataupun istimewah. Honda mungkin mengklaim mesin terbaru milik Vario ini merupakan mesin yang dikembangkan baru dengan basis dari Honda PCX dan tidak mengambil basis mesin sedikitpun dari Honda Vario 150 yang lama. Bandingkan dengan lawannya, Yamaha Aerox 155 yang sudah dibekali mesin yang cukup canggih berupa penambahan VVA dan kubikasi yang lebih besar yaitu 155 cc. Jelas, untuk masalah spesifikasi khususnya mesin, punya perbandinan yang jauh beda dibanding Aerox. Dan disini pemenangnya sudah jelas, yaitu Yamaha Aerox.


Kemudian kita beralih ke sektor kaki-kaki. Kaki-kaki yang dimiliki oleh Honda Vario  150 dan Aerox pun memiliki ukuran yang jauh berbeda. Meskipun sama-sama menggunakan ring velg 14 inchi, namun lebar dari velg tersebut yang berbeda yang berpengaruh juga pada perbedaan lebar ukuran ban. Jika Honda Vario menggunakan ukuran ban yang memiliki satu tingkat lebih besar dari generasi Vario 150 sebelumnya yaitu 90/80-14 untuk depan dan 100/80-14 belakang, maka untuk Yamaha Aerox karena memiliki lebar velg yang lumayan lebar berimbas pula pada ukuran ban yang ikutan lebar juga yaitu 110/80-14 depan dan 140/80-14 belakang. Jauh banget kan? Bak bumi dan langit. Sehingga IMHO tampilan Aerox lebih padat dilihat dari sisi manapun.

Lalu dengan shockbreaker/redaman suspensi belakangnya. Ini yang paling membedakan antara Honda Vario dan Yamaha Aerox. Kita bisa lihat sendiri, di Honda Vario terbaru Honda masih menjejali produk mereka dengan shockbreaker belakang yang hanya berjumlah satu biji doang. Sama seperti kebanyakan matic dengan harga dibawah 20 juta. Sehingga IMHO tidak ada kesan yang lebih eksklusif mengingat apa bedanya dengan Honda beat yang menerapkan sistem shockbreaker serupa. Memang, saya yakin Honda sudah melakukan setting ulang dan menyesuaikan shock belakang antara Honda Beat dan Honda Vario.
Namun, bila kita membahas masalah estetika dan harga, maka logika yang saya sebutkan diatas sepertinya masuk akal juga hehe. Namun ada berita baik nih. Dari berbagai sumber dan media otomotif yang telah saya baca, meskipun Vario masih dibekali dengan shock belakang yang baru satu buah,  redamannya cukup enak dan tergolong halus dibanding Yamaha Aerox yang sudah dijejali dua buah shockbreaker belakang. Anyway, kita lagi bahas Aerox standard ya karena kita ambil harga nya yang tidak beda jauh dari Vario 150 terbaru ini. So, buat kalian yang masih ngeyel 'lah kan ada versi R tuh yang redamannya lebih baik', maka status biker kalian harus dipertanyakan, karena fix itu adalah Fans Boy sebuah merk wkwk.


Bila di Aerox, Yamaha sudah membekali produk andalannya dengan laci kecil di bagian depan sebelah kiri dan di dalamnya berisi socket charger untuk HP, maka jangan harapkan fitur itu ada di Honda Vario 150. Yap. Jangankan untuk charge HP lah. Untuk laci aja tidak bakalan kamu jumpai. Yang ada hanyalah wadah kecil kiri dan kanan yang memiliki kedalaman untuk menyimpan barang yang tidak dalam-dalam amat. So, buat kalian yang emang perlu tempat ntimpen barang bawaan yang punya daya simpan yang bagus, Aerox merupakan jawaban yang tepat. Tapi sebaliknya, apabila kalian cuman perlu tempat penyimpanan yang tidak memakan banyak tempat (misal uang receh, tiket parkir, dll), mungkin Vario 150 bisa menjadi jawabannya


Mumpung masih bahas di sektor dek depan dibawah setang, ada satu fitur yang tidak dimiliki Aerox di harga segini, Yaitu Keyless. Yap. Fitur yang mulai menjadi fitur trendy di motor jaman sekarang ini sudah di miliki oleh Honda Vario terbaru. Meskipun cara kerjanya tidak sama persis seperti keyless kebanyakan termasuk Honda PCX (yang masih sama-sama Honda), namun dari segi estetika dan fungsionalitas memiliki level yang berada satu tingkat diatas Aerox 155 standard. Emang gimana cara kerjanya? Well, sama seperti yang sudah saya baca dari berbagai sumber media otomotif, cara kerja dari keylessnya Honda Vario ini cukup unik. Honda sih meng-klaim nya 'lebih simpel'. Tapi menurut saya sih bukan simpel, tapi unik. Cara menghidupkannya yaitu seperti biasa keyless di dekatkan, kemudian pencet tombol paling bawah yang berada di remotenya. Tekan starter sekali sampai bunyi 'bip-bip', baru deh knob keylessnya bisa di putar ke posisi 'ON'. Setelah berada di posisi 'ON' starter kembali seperti biasa menyalakan motor matic. Simpel? Coba bandingin sama kebanyakan keyless yang ada saat ini. Cara kerjanya lebih simpel. Tekan tombol di remote sampe lampu warna merah muncul di remote nya, terus tinggal pencet deh knob nya lalu puter ke posisi ON. Itulah definisi simpel wkwk. Memang sih perbedaannya cuman ada di pencetannya. Kalau keyless umumnya mencet knob, tapi ini harus mencet starter supaya keylessnya aktif.

Ada satu hal lagi nih yang tidak dimilki Aerox standard dibandingkan Vario 150. Yap! Idling stop system atau kalau di Yamaha bilangnya Smart Stop System. Fitur yang menurut saya cukup membantu dalam mengefisiensikan bahan bakar.


Lalu bagaimana dengan speedometer? Untuk urusan speedometer sih sudah sama-sama mengusung speedometer digital. Bedanya, kalau di Honda sudah ada volt meter untuk melihat kondisi aki apakah sudah aus atau belum, sementara tidak ada rpm meter. Berbanding terbalik dengan Aerox standard yang memiliki RMP meter dan tidak memiliki volt meter. Sementara untuk ukuran pun memiliki dimensi yang sangat berbeda. Jika Aerox menjejali spedometernya dengan layar yang amat sangat lebar (bahkan hampir menyamai lebar sebuah smarphone), maka di Vario ukurannya berbanding terbalik. Mungil kecil dan ngirit wkwk. Oiya ada satu fitur baru di speedometer Honda Vario selain volt meter, yaitu konsumsi BBM per liter. Ditunjukkan dengan sebuah bar yang akan memperlihatkan konumsi BBM real time nya. Mungkin sama kaya eco indicator yang ada pada Honda Beat kali ya. Cuma bedanya dari Honda Vario yaitu pada Honda Beat hanya ditunjukkan dengan sebuah lampu warna hijau yang menyala berbeda. Irit banget warnanya ijo terang, irit biasa ijo sedang, bawanya seruntulan ga nyala. Mungkin kurang lebih begitu hanya saja ini diperlihatkan dengan bar.


So, dengan Bandrol harga yang tidak jauh berbeda antara Honda Vario 150 (Rp.22.500.000) dan Yamaha Aerox 155 Standard (23.100.000) bisa terlihat beberapa perbedaannya. Kalau kalian mnginginkan motor untuk dipakai di perkotaan, dimensinya engga gede-gede amat, dan punya fitur keyless serta ISS, maka pilihan yang paling tepat adalah Honda Vario 150 yang dibandrol seharga Rp.22.500.000 OTR Jakarta. Tapi, buat kalian yang pengen skutik ala-ala eropa yang gambot, tidak begitu di prioritaskan untuk di perkotaan apalagi perkotaan yang macet, suka dipake jarak jauh, memperhatikan performa mesin, dan skutik untuk style ketimbang skutik pekerja, ya Aerox 155 Standar adalah pilihan yang cocok yang mana ketika artikel ini dirilis memiliki harga Rp. 23.100.000 OTR Jakarta. Jadi, kalau kita balik lagi ke judul yaitu apakah Honda Vario worth to buy, jawabannya cukup worth to buy mengingat fitur-fitur yang disandang untuk ukuran motor matic 150 cc 'pekerja'.