...

Review Yamaha Scorpio-Z 2012. Part 2: Impresi Berkendara

 Hai fellas! Menyambung artikel pada part pertama yang sudah membahas masalah tampilan fisik dari sang motor, sekarang tiba saatnya kita masuk ke bagian Test Ride atau bisa juga dibilang Impresi Berkendaranya. Bagaimanakah kemampuan si Kalajengking dalam berkendahara baik sehari-hari maupun digunakan jarak jauh? Let's Chek This out!!

Berkendara Sehari-Hari

Nah ini yang cukup menarik. Layaknya motor sport naked pada umumnya, ketika digunakan sehari-hari apalagi di wilayah perkotaan yang lalu-lintasnya lumayan padat (read:macet), tangan bagian kiri bakal mulai merasakan pegal karena harus narik ulur tuas kopling. Yap. Memang itulah kendala menggunakan motor kupling di perkotaan. Kurang dianjurkan karena hal yang disebutkan diatas.

Selain tangan kiri yang dibuat pegal oleh tuas kupling yang perlu sering 'dimainkan' ketika macet, hawa panas dari motor Scorpio ini lumayan kerasa sob. Kalau bahasa sundanya itu 'ngaheab' sob. Dan memang inilah salah satu kelemahan dari si Kalajengking yaitu mesin yang gampang panas. Terkadang lebih parahnya lagi, Kick Starter yang notabene nya nempel dengan mesin, bisa tertular panas juga. Saya pernah mengalami hal tersebut dan tidak hanya sekali dua kali. Karena posisi Kick Starter nya juga berada dekat footstep bagian kanan. Sehingga ketika kaki kanan geser sedikit ke dekat Kick Starter, siap-siap aja untuk merasakan sensasi tersengat panas haha.

Berbicara masalah mesin, otomatis berbicara juga tentang getaran yang ditimbulkan dari mesinnya juga. Well, pada dasarnya getaran mesin dari si pio ini lumayan geter banget ya. Getaran bakalan kerasa di bagian stang, footstep (baik bonceger maupun pengendara), dan terkadang juga bagian jok. Saking getarnya, buat yang ga biasa pake Scorpio mungkin diawal-awal bakal ngerasain kesemutan. Dan itu wajar kok. Tapi kalau sudah biasa sih bakalan nganggap kalau getaran mesin yang dihasilkan dari Si Pio itu biasa aja. Malah bakal lupa dengan getarannya hehe. Bagaimana dengan Jok nya? Apakah keras seperti batu disarungin? Haha. Engga lah yaa. Untuk Jok sih, si pio ini lumayan empuk. Dan nyaman untuk di duduki. Namun karena getaran mesin yang ditimbulkan, kemungkinan untuk cepat pegalnya bagian (maaf) pantat terbuka lebar.


Jangan tanyakan tentang kelincahan untuk meliak liuk di jalanan perkotaan ya. Namanya motor naked, se rigid apapun sasisnya tetap saja masih kalah lincah sama motor matic yang emang diperuntukkan untuk jalanan perkotaan.

Berkendara Jarak Jauh
Untuk berkendara jarak jauh sebenernya saya belum pernah jauh-jauh amat ya pergi sama si pio ini. Ya karena emang termasuk motor yang jarang dipake juga haha. Paling jauh sih saya pake ke Garut. Terus gimana impresinya?
Pertama, yang saya rasain dari motor ini sebenernya cukup enak untuk dipake berkendara jauh. Memang karena motor ini idtakdirkan untuk berkendara jauh kali ya haha. Handlingnya sendiri menurut saya ya biasa saja. Tidak istimewa-istimewa amat. Yang pasti ini motor tidak cepat pegal untuk berkendara. Tapi, ketika dipake untuk durasi yang lumayan lama dan tanpa istirahat sama sekali, mulai kerasa beebrapa keluhan. Bagian punggung dan tangan yang saya rasakan mulai mengalami pegal-pegal dan seakan-akan kelelahan. Mungkin ini tidak dialami oleh semua pengendara. Hanya saja ini yang murni saya rasakan pribadi selama berkendara bareng Si Pio ini. Jadi mungkin untuk mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan beristirahat dulu sejenak kemudian baru melanjutkan kembali perjalanannya.


Kemudian Sektor mesin. Meskipun tidak bisa dibuat untuk betot-betot gas (karena memang bukan peruntukkannya), namun mesinnya bisa dibilang cukup handal. Terutama ketika melewati tanjakan yang panjang dan cukup nanjak. Contoh kecilnya tanjakan Emen yang legendaris itu hehe. Saya merasa bangga dengan mesinnya. Karakter overbore nya menjadikan nafasnya tidak cepat habis dan anteng ketika dipake nanjak dan dipaksa buat 'menjerit'. Hanya saja ya resiko nya makin getar dan bakalan kerasa ga nyaman. Cuman intinya, pada bagian mesin saya cukup merasa sangat puas karena tenaga yang disalurkan seakan-akan tidak habis meskipun saat diajak 'menjerit' sekalipun.

Untuk BBM sendiri, yang saya rasakan untuk ukuran motor sport cruiser yang memiliki isi silinder sebesar 225 cc, ketika dipake riding jarak jauh engga boros-boros amat. Dan pastinya ga irit-irit amat. Saya tidak mengukur secara terperinci ataupun menggunakan metode khusus untuk mengukurnya. Hanya pengukuran kasar saja.

Bagaimana dengan top speed? Are u kidding? Nanya top speed di motor kaya beginian? Serius? Sebenernya bukan sesuatu yang harus dipertanyakan. Pertama, karena saya tidak suka dengan speed dan ngga biasa betot-betotan di jalan raya. Kedua, tiap kali percobaan top speed selalu mengalami gangguan. Entah trek nya yang kurang panjang, atau pun gangguan-gangguan lainnya. Kalau tetap maksa, seinget saya sih top speed yang bisa saya lakukan berkisar 100 kpj. Pasti bisa digali lebih jauh lagi karena saya pun ga percaya hanya dapat top speed segitu. setidaknya 110 kpj.

Bagaimana dengan ban nya yang udah diganti? Apakah memberikan perubahan segnifikan? Sebenernya ga sampe segnifikan sih, cuman perubahan di segi handling jadi ada. Saya merasa grip ban lebih mantep dan ketika nikung juga cukup anteng dibandingkan dengan ban standarnya. Seriusan. Meskipun ukuran nya ga lebar-lebar amat, hanya saja boleh dsebut cukup lah untuk masalah tikung menikung.

Lalu ada keanehan yang saya rasakan pada bagian knalpot. Keanehan gimana? Gini loh, saya sering mendengar seperti suara tembakan yang keluar dari knalpot Scorpio saya. Entah apa penyebabnya, yang pasti dengan hadirnya bunyi tersebut membuat diri sendiri dan mungkin orang lain jadi kaget ketika mendengarnya. Karena suara yang dihasilkan pun cukup keras dan membuat kaget. Mungkin karena knalpotnya yang dijejeli semcam converter untuk menekan gas buang. Entah lah haha.

Well, semua yang saya jabarkan diatas merupakan review saya terhdapa pengalaman pribadi saya langsung dengan Scorpio-Z. Jadi kelebihan dan kekurangan yang saya review disini murni dan benar-benar sesuai dengan apa yang saya rasakan selama naik motor ini. Dan satu hal lagi yang perlu diperhatikan yaitu motor ini masih benar-benar standar dan tidak pernah dimodif sedikitpun. Bener-bener masih fresh dan standar. Hanya ban depan-belakang saja yang diganti karena ban sebelumnya sudah aus. Sisanya? Masih bener-bener standar blass. Well, mudah-mudahan terbantu dan menambah pengetahuan tentang Yamaha Scorpionya 😉