...

Review Yamaha Scorip-Z 2012. Part 1: Tampilan Fisik Motor


Yamaha Scorpio merupakan salah satu dari sekian line-up sport Yamaha yang pernah menghiasi pasar roda dua tanah air. Kala itu kehdairannya cukup eksis dan bertujuan untuk menggerogoti pasar Honda Tiger kala itu. Mengusung mesin yang mempunyai CC lebih besar daripada Honda Tiger, Yamaha Scorpio seolah menjadi idola baru bagi para biker yang demen terhadap motor berjenis cruiser.

Lalu pada tahun 2012, Yamaha merombak total bentuk dari Yamaha Scorpio. Namun sayangnya, rombakan total tersebut menjadi malapetaka bagi Yamaha. Mereka melakukan blunder yang cukup besar yaitu dengan mendesain Scorpio alakadarnya dan tidak lebih baik dari versi sebelumnya. Alhasil, penjualan Yamaha Scorpio pun tidak menyenangkan dan tidak mampu berbicara banyak. Pada akhirnya harus dimusnahkan (atau bahasa awamnya di suntik mati) dengan alasan yang kurang lebih karena peraturan emisi gas buang yang sudah semakin ketat. Namun buukan itu yang bakalan kita bahas, melainkan review dan pengalaman saya terhadap motor ini yang bakalan kita kupas tuntas di beberapa artikel di warung ini. So, let's start!!!

 1. Desain

Hmm. Sepertinya kalau sudah membicarakan desain, ini kembali lagi masalah selera. Cuman, to be honest, saya pribadi sangat amat tidak suka dengan desainnya karena yang, well, kloningan tingkat akut wkwkwk. Dan sepertinya unutk kali ini semua orang setuju kalau memang desain dari Scoripo-Z ini tidak bagus dan tidak menarik. Tidak jelas ke arah mana Yamaha mendesain si kalajengking ini. Lah terus kalau gasuka sama desainnya, kenapa pilih motor ini? Wkwkwk itu cerita yang cukup panjang dan tidak ada mod untuk membahasnya haha. Intinya, desainnya jelek pol wak.


2. Kaki-kaki

Satu hal lagi yang membuat saya engga suka dari motor ini yaitu dengan kaki-kaki nya yang begitu mungil. Terlebih bannya. Yamaha hanya membekali nya dengan ukuran yang cungkring untuk sebuah motor cruiser. Memang siih kala itu rivalnya yaitu honda Tiger juga menggunakan ban yang kecil. Okelah bisa dimaklumi. Cuman sayang aja gitu dan jadinya ilfeel juga haha. Terus kok digambar itu rada lebar? Yoi itu karena saya ganti ukuran dan profil ban nya menjadi satu tingkat lebih besar, yaitu depan 90/90-18 merk FDR dan ban belakang ukuran nya 110/80-18 dengan merek yang sama juga. Hanya ban belakang saja yang saya ganti menjadi tipe tubeless. Sedangkan ban depan masih tube type. Kenapa ga ganti pake yang tubeless juga? Sebenernya pengen banget, dan juga ukurannya pengen lebih besar lagi. Cuma berhubung waktu itu ban nya udah lumayan aus dan perlu diganti secepatnya, makanya ganti ban yang ready stock. 

3. Headlamp dan Stoplamp

Untuk headlamp juga saya merasa cukup kecewa dengan desainnya. Yaa bisa liat sendiri lah bagaimana kurang menariknya (kalau gamau disebut jelek) headlamp dari motor satu ini. Udah paham? Yaa kembali lagi masalah selera yaa haha. 
kalau untuk stop lamp nya sendiri sih gaada maslah. Justru saya malah cenderung lebih menyukai stoplampnya ketimbang headlamp nya. Entah kenapa cuman i like it

Dari tadi bahas yang kekurangannya mulu, gimana dengan kelebihannya? Emang gaada kelebihannya sama sekali? Weits santaii-santaii haha. Belum kok 😃

4.  Sektor Mesin

Nah ini bagian yang saya lumayan suka. Bagian sektor mesinnya. Jujur aja kalau diliat ke bagian ini tuh emang kesannya padat banget nih mesin. Gaada celah/kopong di area mesin sehingga menimbulkan feel mesin yang 'powerfull'. Ditambah dengan ukuran mesinnya yang memang gede juga. Nice lah bagian ini 👍👍


5. Build Quality dan Finishing Cat

Untuk bagian ini sih udah jadi khas nya Yamaha cuy. Mereka selalu menghadirkan sesuatu yang bagus di sektor ini. Terutama di bagian cat nya. Ya meskipun ga bagus-bagus amat, tapi bisa dibilang lebih mending lah daripada rival abadinya wkwkw.

6. Kelistrikan
Bicara masalah kelistrikan, motor ini bisa dibilang memiliki kelistrikan yang lumayan baik. Selama kita menggunakan motornya secara benar (dalam artian sering dipake dan sering dipanasin sehingga aki nya tidak menjadi kering), kelisrtikan di motro ini akan sangat amat baik. Hanya sayangnya, bagian RPM meter di scorpio saya sudah dua kali putus. Pertama sudah diperbaiki namun tidak lama kemudian putus dan mati lagi. Diperbaiki, mati lagi.  Jadi yasudah saya biarkan saja mati wkwk. Karena menurut saya sih fungsinya ga begitu urgent layaknya speedometer.

Well, masih banyak yang bakalan kita kupas tuntas dari Yamaha Scorpio-Z ini bruh. So, stay tune at maniacmotoblog.c yaa fellas 😉 see ya in the next articel