...

Kenapa Kawasaki W175 masih jarang terihat di jalanan?


Halloooo fellas... Seperti yang kita ketahui, Kawasaki pada akhir tahun lalu tepatnya tanggal 18 November 2017, telah berhasil meluncurkan sebuah produk yang menjadi pembuka pasar baru di dunia roda dua tanah air. Yakni sosok Kawasaki W175. Motor dengan model dan aura retro yang lumayan kuat ini, menjadikan (lagi-lagi) Kawasaki sebagai pabrikan yang selalu menjadi pioneer/pembuka segmen pasar baru di Indonesia. Dan dari beberapa blog-blog serta media otomotif yang saya baca, Kawasaki W175 ini sebelum resmi dirilis dan diperkenalkan sudah lumayan banyak dipesan oleh indener dan digadang-gadang bakalan semakin laris ketika sudah di resmikan. Namun pertanyaannya, kenapa sport retro dari Kawasaki ini masih jarang terlihat berseliweran di jalan? Apakah ada yang salah dari produknya? Coba kita bahas satu persatu dulu yuk gais.


Jujur aja, Semenjak peluncurannya, pengumuman harganya, dan test ride yang telah dilakukan oleh beberapa media dan blog, entah kenapa hingga detik ini saya belum pernah melihat sosok nya berseliweran di jalanan. Entah itu ketika perjalanan ke bandung via lembang ataupun di bandungnya itu sendiri. Satupun di jalanan saya tidak melihatnya. Gatau ya mungkin aja saya nya yang ga merhatiin satu persatu. Tapi percayalah, saya termasuk orang yang paling peka ngeliat motor yang keadaanya masih fresh (baru beli) dan apalagi kalau itu motor dengan status New Product wkwkwk. Terus kenapa sih sampe detik ini belum banyak lalu lalang di jalan?

1. Segmen Baru
Yap. Seperti yang udah di sebutin diatas, Kawasaki W175 ini merupakan segmen baru di tanah air. Mengandalkan desain dan aura retro nya, Kawasaki mencoba untuk nyemplung dan membuka pasar baru di roda dua Indonesia yaitu sport retro yang mungkin suatu saat ketika produknya mulai banyak berseliweran di jalan dan disebut laris manis, pabrikan lain pun (terutama Honda ekhem) akan mencoba peruntungannya untuk ikutan nyemplung di kelas tersebut.

Dan seperti kita tau juga, bahwa membuka suatu pasar baru bukan lah hal yang mudah. Hal yang cukup beresiko (bahkan beresiko besar). Beresiko apa? Kasarnya gini. Kalau produk tersebut kagak laku sedangkan elu udah ngelakuin riset (apalagi riset itu membutuhkan banyak biaya) dan udah kerjasama dengan vendor selama sekian tahun, elu mau balmod kapan? Sedangkan produksi harus tetap berjalan selama sekian tahun karena udah kerjasama dengan vendor. Diputus kerjasama di tengah jalan? Siap-siap aja vendor bakalan minta "biaya tambahan" karena istilahnya putus ditengah jalan. Udah mah produk gak laku, income gak ada, vendor minta tambahan (kalau sampe putus ditengah jalan). Yang ada rugi. Gitu lah kira-kira penjelasannya. Dan mungkin itu yang membuat sebuah pabrikan jarang untuk menjadi pioneer atau pembuka pasar. Ayoo tebak siapaa wkwk

2. Terlalu Segmented
Maksud terlalu segmented disini yaitu (menurut saya) motor retro bukan merupakan selera semua orang. Percayalah. Apalagi dengan harga yang mencapai 30 juta, dengan fitur2 yang tidak banyak (kalau gamau dibilang alakadarnya). Orang yang tidak memiliki passion dibidang retro pasti bakal lebih milih sport fairing 150 cc. Mesin lebih bertenaga, fitur2 lumayan banyak, dan selera rata2 biker. Sehingga bakal mikirnya "lebih valuable" ketimbang memboyong motor dengan harga yang sama tapi yang didapat seolah tidak sebanding. Dengan demikian, motor ini hanya untuk "hobi" dan hanya untuk mereka yang menyukai retro.

3. Promosi yang kurang "greget"
Daan yang terakhir yang menjadikan motor sport retro kawasaki ini masih belum banyak dijumpai di jalanan adalah karena promosinya yang seakan-akan santai. Tidak banyak pergerakan yang terlihat. Tapi mungkin sih geng ijo lebih menyukai bekerja secara diam-diam haha. Who knows? Hanya saja, kalau sang sport retro mereka lebih ingin dilirik para biker,



Yuppss. Itulah beberapa hal yang menurut pendapat saya mengapa Kawasaki W175 belum banyak dijumpai dijalanan. Entah mungkin daerah yang saya sering lalui saja yang belum banyak berseliweran hehe. Silahkan share opini kalian. Barangkali ada yang sering banget liat lalu lalang. Atau bahkan udah bosen saking banyaknya yang pakai. Silahkan tinggalkan jejak sob ;)