...

Jorge Lorenzo. Akankah Bisa Setajam ketika seperti di Yamaha???


Hallo Fellas.. Hmm. Semenjak kepindahan JL ke Ducati, sepertinya pebalap kondang tersebut tidak bisa banyak berbicara apa-apa. Terutama musim lalu. Lorenzo begitu terpuruk dan mengkhawatirkan untuk ukuran "mantan" juara dunia. Dibayar mahal, namun hasil nihil. Banyak berita pun berdatangan bahwa Ducati tidak mau lagi membayar Lorenzo semahal debut dia di Dicati karena melihat kemampuan Lorenzo mengendarai mesin ducati yang masih "dibawah rata-rata". Lantas, kenapa Lorenzo tidak bisa berbuat banyak ketika pindah ke Ducati??

Sepertinya faktor utamanya adalah bukan terletak pada motornya, melainkan terletak pada gaya membalap Lorenzo yang sudah menyatu dengan Yamaha selama beberapa tahun. Dia seolah-olah tidak mau move on dari handling M1 yang katanya lincah dan nurut. Itulah hal utama yang membuat dia sangat terpuruk apalagi di debut pertamanya bersama Ducati.
Nah, kalau musim kemaren kan baru debut tuh ya alias masih "kesan pertama" nya lah. Musim ini udah musim keduanya bareng Ducati, apa dia masih terseok-seok atau sudah menemukan ritme yang pas?

Kalau kalian rajin mengikuti perkembangan MotoGP, mulai dari sepang test sampai sekarang, sepertinya kalian sudah setidasknya sedikit menyimpulkan dan mendapatkan sedikit jawabannya. Okelah di sepang Lorenzo menjadi manusia bumi tercepat yang mampu menaklukkan sirkuit sepang Malaysia dengan meggunakan motor (minjem kata-kata wak haji TMCblog.comwkwkwk) 😁 Saya pun sangat terkejut atas raihan Lorenzo tersebut. Saya berfikir "wah, ni orang udah mantep adaptasinya. Kayanya siap buat race musim ini"Tapi ya memang, kalau menyimpulkan jangan cuman liat 1 atau 2 kali balap doang. Ketika tes Burriram, Thailand, Lorenzo begitu terpuruk. Bahkan di final test Burriram Lorenzo berada di urutan ke 22 (CMIIW), 1 posisi dibawah Hafizh Syahrin yang notabene nya Baru masuk kelas MotoGP musim ini sebagai rider pengganti.


Dan yang membuat Lorenzo lebih terpuruk lagi adalah, doi sekarang (pasca Thai test) justru galau dalam pemilihan mesin yang harus digunakan. Dia menilai bahwa mesin GP18 buat dia masih belum "sempurna" sehingga masih harus diadakan beberapa perbaikan dan perkembangan. Sedangkan alasan doi milih GP17 adalah karena dia tinggal mengumpulkan data yang musim lalu dan melakukan ubahan serta pengembangan lebih sedikit dibanding harus memulai lagi dari awal dengan GP18. Ga maju-maju dong yah? Hahaha


Well, balik lagi ke pertanyaan di judul. Akankah di musim ini lorenzo bakalan bisa se agresif saat doi di Yamaha? Atau malah kebalikannya?
Jujur aja untuk menjawab hal tersebut, kita harus menunggu dulu dan tidak bisa menjawabnya sekarang. Minimal setelah final test di Qatar, kita bisa melihat apakah doi sudah menyatu atau belum dengan motor. Namun menurut prediksi pribadi sih ya, lorenzo merupakan seorang hardworker. Doi pasti bakalan mencari formula yang pas untuk membuat Desmosedici miiliknya lebih baik lagi dari yang sekarang. Huhuy jadi gasabar nih buat nunggu Race MotoGP musim 2018 😁